NAVIGATION

Merek yang Ngetop!

rp_Ilustrasi-branding.jpg

Jangan katakan “Apa arti sebuah nama?”. Emang Anda mau nama Anda diganti begitu saja? Selain perilaku (konten), tentu saja yang membuat orang mengingat nama seseorang adalah keunikan nama itu sendiri. Berikut adalah 5 Tips membuat nama yang bakal ngetop!

 

  1. Nyleneh

Kalo saya sebut rawon, apa yang ada di benak Anda? Yup, Rawon Setan! Meskipun Anda belum pernah mencicipi, tapi namanya sudah ngetop. Soto Gebrak membuat saya penasaran, karena ritual(konteks) gebrakannya. Perkedel Bondon (maaf, juga disebut perkedel hostes), hanya buka jam 12 sampai jam 2 dini hari, ludes! Tak harus berkonotasi negatif yaa. Bisa saja Anda membuat Rawon Malaikat dan buka disampingnya, kemudian diberi sign board: “Pilih Surga atau Neraka?” Laris!

  1. Mudah Diingat

Artinya juga mudah diucapkan, misal: Nakasaskiskasà keriting deh lidahnya.

  1. Terasosiasi oleh Produk Anda

Kalo wanita (tulen), lebih pilih ke Salon Joko atau Lisa? Enakan Bolu Meranti atau Bolu Eneg? Oseng Mercon, terasosiasi oleh pedasnya. Bagaimana hanya dengan mendengar merek Anda, mereka sudah terbayang kualitas produknya.

  1. Hindari Singkatan Konsonan

Yuk kita ke toko hape GSC…! Ternyata berjejer toko GCS, CGS, GSC, SGC, pusing deh… Mana yang bener ya? Bagaimana dengan HSBC? Selain HSBC dibuat setelah bank tersebut terkenal, juga tidak ada yang mirip, karena produknya tidakmudah ditiru. Singkatan konsonan juga tidak terasosiasi terhadap produk.

  1. Hindari Angka

Bakpia Patok 85, 75, 25, 65, mana pioneernya? Lha Es Teler 77 tetap nomor 1 tuh! Karena gak ada pesaing yang sejajar!

Ingat, nama yang bagus membuat orang penasaran untuk membeli, tapi bukan berarti tetap akan membeli… (cubi kontinyu)

(Jaya Setiabudi | @jayaYEA | Founder YukBisnis.com | Young Entrepreneur Academy)

 

(Majalah Market+ Edisi 53)

Top