NAVIGATION

Commonwealth Catatkan Hasil Positif

Commonwealth Catatkan Hasil Positif

commonwealth

Commonwealth Bank Indonesia, anak perusahaan Commonwealth Bank Australia (CBA) Group, menutup tahun 2013 dengan kinerja yang baik. Per 31 Desember 2013 (kuartal 4), Bank membukukan kinerja kuat pada pertumbuhan kredit mencapai Rp13,5 trilyun, atau meningkat 35,2% dengan pertumbuhan di semua segmen pasar utama.

Menurut Tony Costa, Presiden Direktur, Commonwealth Bank Indonesia, hasil positif ini secara nyata menunjukkan kekuatan dari implementasi strategi bisnis Bank. “Seluruh segmen pasar utama Bank menunjukkan hasil yang positif. Kredit komersial mencatatkan pertumbuhan sebesar 81,1%, portofolio kredit UKM tumbuh sebesar 34,1% dan kredit konsumen meningkat hingga 19,8%. Hal ini juga menunjukkan komitmen Bank yang kuat dalam mendukung sektor kredit produktif di Indonesia (kredit komersial dan UKM) dan tentunya ikut memberikan kontribusi bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia,” imbuh Tony.

Selain itu, Commonwealth Bank Indonesia juga mengumumkan hasil laba bersih setelah pajak yang baik. Laba Bersih Setelah Pajak meningkat 127% untuk tahun ini menjadi Rp206 milyar (naik dari Rp91 milyar di tahun 2012).

“Kinerja ini dicapai di tengah situasi pasar yang penuh tantangan. Dengan adanya tekanan di pasar global dan likuiditas yang semakin ketat, kami tetap mampu mempertahankan pertumbuhan dan membukukan kinerja keuangan yang kuat. Hasil ini juga didukung oleh pengelolaan risiko yang baik, yang salah satunya ditunjukkan oleh angka Non Performing Loan (NPL) yang rendah, yaitu 0,72%, jauh di bawah rata-rata industri”, papar Tony.

Hal senada juga disampaikan Ian Whitehead, Direktur Retail & Business Banking. Menurutnya, kredit produktif saat ini mencapai 70,5% dari total portofolio kredit Bank. Beberapa faktor yang turut mendukung pertumbuhan ini termasuk; pertumbuhan nasabah sebesar 20% per tahun, komitmen investasi dalam platform teknologi untuk terus meningkatkan efisiensi operasional dan standar layanan, serta meningkatnya investasi untuk pelatihan staff sebesar 39%. (*/Ags)

Top