NAVIGATION

Sociopreneur Harus Keren!

Sociopreneur Harus Keren!

Entrepreneurship-

Di saat banyak orang masih belum bisa mengucapkan dan mengeja kata “entrepreneur”, sekarang ini istilah sociopreneur pun sudah merajalela.

Singkatnya, seorang sociopreneur melakukan kegiatan wirausaha yang tujuannya bukan hanya mencari untung, tetapi juga mengentaskan masalah sosial. Memang ada beberapa definisi yang lebih tepat, tapi akan lebih panjang. Silakan dicari sendiri. Jadi bila entrepreneur mencari uang dari profit, yang dilakukan sociopreneur lebih “kompleks” lagi dari sisi target yang akan diraih. Sociopreneur juga mencari “social capital”. Wah apalagi itu?

Dari sudut pandang branding, sociopreneur mungkin lebih memerlukan brand yang lebih kuat. Ini bila dilihat dari tipe stakeholders yang harus rangkul. Banyak pihak-pihak yang harus aware, dan juga mempunyai keyakinan terhadap social cause yang diusung oleh sang sociopreneur .

Berbeda dengan para pekerja NGO sosial tingkat multinasional yang brand-nya sangat keren nan mendunia, para pekerja di bidang sosial di Indonesia biasanya tidak berada di bawah naungan suatu payung brand yang “megah”. Apakah nama-nama besar organisasi kemanusiaan bisa besar karena dana yang dikelola besar, atau apakah mereka secara operasional juga sudah sangat professional dengan scope pekerjaan yang sangat luas? Apakah karena pengalaman mereka yang sudah berpuluh-puluh tahun sehingga reputasinya sudah sangat baik? Mungkin semua hal itu benar, dan mereka pun mengelola brand mereka dengan baik

Organisasi harus peduli dalam membangun brand dan mengomunikasikannya. Sama juga dengan para individu yang menjadi sociopreneurs.

Mulai dari mana? “Kerja Sosial” adalah pekerjaan. Menjadi sociopreneur juga adalah suatu profesi yang perlu dibanggakan dan “dijual” ke pihak lain; para pemodal, bank, jurnalis, masyarakat umum, dan juga orang-orang yang dibantu.
Untungnya sekarang ini working on social causes is cool. Tapi bisa untuk berapa lama? Maka, proyek sosial maupun usaha sociopreneur juga harus mencapai status uber cool alias keren banget. Termasuk juga sang sociopreneur.
Menjalankan bisnis sociopreneur secara professional adalah langkah yang mendasar. Kepercayaan diraih dari hal mendasar, dan kepercayaan tersebut niscaya dapat mengembangkan usaha.  Sociopreneurs, harus melakukan kegiatan branding, promosi, public relations, dan hal-hal sejenis. Jadi walaupun secara umum manusia adalah mahluk sosial yang ingin membantu sesama, noise yang ada di kehidupan sehari-hari sudah terlalu banyak, baik di dunia riil maupun dunia digital.

Jadi jangan lupa ya branding-nya. Do it for the cause! Bila sukses, akan makin banyak muncul sociopreneurs lain, dan makin banyak permasalahan sosial teratasi.

Yasha Chatab

Group Business Development Director

WIR Group Indonesia

@MrYasha

Top