NAVIGATION

Sekali Lagi tentang Remaja!

Tia Rahmania,M.Ps

(psikolog Kancil dan pengajar di Prodi Psikologi, Universitas Paramadina)

Kasus kecelakaan remaja usia 13 tahun anak seorang pesohor Indonesia menghentak kesadaran semua orangtua. Selain kesedihan mendalam yang dialami keluarga korban dan pelaku, terdapat banyak pelajaran dari peristiwa tersebut.

Apabila ingin mengenal lebih jauh tentang remaja, maka kita berhadapan dengan individu yang memiliki kemampuan yang nyaris menyamai orang dewasa tetapi memiliki pengalaman yang masih terbatas. Penelitian menunjukkan usia individu berbanding lurus dengan kebijaksanaan yang dimilikinya. Sehingga, remaja tentulah masih perlu belajar dari pengalaman hidup lebih banyak lagi agar makin bijaksana.

Oleh karenanya tentu besar peranan semua pihak di sekitar remaja untuk bisa memberikan stimulasi positif serta kontrol berupa pengalaman langsung, contoh-contoh dan pemberian informasi tentang nilai-nilai kehidupan positif untuk remaja. Peranan ini pun penting dilakukan oleh negara. Kelak para remaja inilah yang akan meneruskan roda pemerintahan untuk menyejahterakan rakyat. Sehingga, pembinaan bagi remaja sebagai bagian dari rakyat sangat penting dilakukan negara.

Sebagai orangtua lihatlah anak remaja kita secara bijaksana, berikut poin yang menjadi perhatian:

  1. Libatkan dalam diskusi tentang aturan dan konsekuensi. Remaja harus didorong lebih aktif dalam menentukan bagaimana mereka seharusnya bertindak. Hal ini akan melatih kemampuan untuk mengambil keputusan dengan mempertimbangkan konsekuensi atas segala keputusan mereka. Dengarkan ide mereka!
  2. Beri kesempatan mengikuti kegiatan yang berisiko tetapi dalam kontrol yg baik. Ingat, kontrol dilakukan sehingga kita dapat mengurangi efek buruk yang mungkin terjadi tapi tetap melatih remaja agar berani menghadapi tantangan. Alih-alih memberikan mobil pribadi kepada remaja yang dapat membuatnya ikut balapan liar, sebaiknya salurkan hasratnya dengan mengikuti balapan resmi dengan memberikan pembinaan secara profesional.
  3. Pemerintah jangan ragu untuk terlibat. Adakan dan dukung kegiatan-kegiatan berkumpul untuk remaja mulai dari forum lokal hingga internasiona sehingga remaja dapat saling berinteraksi dan mendapatkan pengetahuan serta pemahaman yang mendorong pemikiran yang terbuka. Buatlah aturan yang tegas, misalnya bila hanya pada usia tertentu individu berhak mendapatkan izin mengendarai kendaraan bermotor maka tegakkan ketentuan tersebut dengan tegas serta melibatkan semua unsur mulai lembaga pendidikan hingga lembaga sosial,masyarakat, dan lain-lain.

 

Ingatlah bahwa remaja sekarang, berada dalam zaman yang berbeda dengan kondisi saat dulu orangtua menjadi remaja. Remaja saat ini memiliki tantangan-tantangannya sendiri yang bisa saja belum dipahami oleh orangtuanya. Oleh karenanya mari semua pihak bekerjasama, tanpa terkecuali.

Top