NAVIGATION

POP-UP STORE: We all love GOOD surprises!

POP-UP STORE: We all love GOOD surprises!

(Doc. Market+)

(Doc. Market+)
(Doc. Market+)

Dalam dunia retail, salah satu kunci utama adalah strategi distribusi. Jumlah outlet, atau biasa disebut door, normalnya akan berbanding lurus dengan pertumbuhan penjualan. Pop-up store adalah salah satu alternatif channel distribusi yang kian diaplikasikan oleh banyak brand dari berbagai macam industri. Berikut beberapa diantaranya:

1. Mendekat ke Konsumen dengan Risiko Minimum

Tantangan membuka outlet permanen adalah investasi yang tidak kecil. Kalau ternyata ROI (Return On Investment) termasuk biaya operasional nya negatif, berarti kontribusi outlet tersebut terhadap bisnis negatif. Risiko inilah yang bisa diminimalisasi dengan pop-up store. Outlet mobile tidak permanen, investasi  relatif lebih kecil dan exit strategy yang mudah.

 

2. Market Test

Selain risiko investasi minimum, pop-up store juga bisa dipakai sebagai “market test“. Untuk melihat animo market di lokasi itu, sebelum dibuka permanen. Analisis, apakah traffic bagus, segmen market sesuai, daya beli sesuai, potensi penjualan tinggi, atau apakah ada keunikan market.

 

3. Membangun Brand Awareness

Pop-up store dapat dipakai untuk brand yang punya misi mengedukasi market tentang brand nya. Hampir sama fungsi nya dengan outdoor media advertisement, hanya saja di sini fitur lebih lengkap dengan penyajian produk yang dapat langsung dibeli on-the-spot. Untuk brand yang sudah cukup kuat brand awareness nya pop-up store juga bisa berfungsi untuk reminder, atau teaser sebagai gesture mendekat ke konsumen.

 

4. Aktualisasi Brand

Brand yang sangat besar biasanya juga memakai pop-up store, terutama untuk aktualisasi diri. Penegasan karakter yang ditampilkan dalam suatu karya seni berbentuk pop-up store. Salah satu pop-up store yang paling fenomenal adalah Chanel Mobile Art Pavillion, yang didesain oleh Zaha Hadid, diinagurasikan di Paris tahun 2007. Puma juga pernah membuat pop-up store Puma City, sebuah outlet gerilya hasil karya Rei Kawakubo dengan memakai gudang bekas.

 

5. Simply as a Surprise Move!

Salah satu pop-up store yang menarik dan misterius adalah Guchi’s Midnite Ramen di Boston, USA. Mereka bahkan tidak punya instalasi sendiri, tapi mereka memakai area restoran fine-dining yang sudah tutup di malam hari, disulap dengan gaya unik mereka, dan buka hanya dari jam 12 malam sampai jam 4 pagi. Pendatang pun harus book beberapa hari sebelumnya di website mereka untuk dapat kursi, karena animo market yang luar biasa.

 

Apapun strategi dibalik sebuah pop-up store, supaya efektif pop-up store harus dapat menggambarkan value, jiwa & karakter brand, baik melalui desain, cara penyajian dan lokasi.  (Paulina Pungky Purnomowati, @paulinapungky ; Managing Director dreamLab ; Brand & Strategic Retail Consulting)

 

(Majalah Market+ Edisi Februari 2014)

Top