NAVIGATION

Memilih Pendidikan Dini Bagi Balita

Memilih Pendidikan Dini Bagi Balita

rp_Ilustrasi12.jpg Kids playing in the room

Saat ini makin banyak orangtua yang menyadari bahwa balita mereka berada dalam  masa emas sehingga penting untuk mendapatkan stimulasi yang tepat. Pendidikan usia dini pun berkembang, mulai dari yang menawarkan program dengan standar internasional hingga hanya menawarkan fasilitas yang sederhana. Apa pertimbangan yang tepat untuk memilih pendidikan dini?

Sesungguhnya pemilihan sekolah pendidikan dini tidak perlu menjadi kebingungan apabila orangtua mengetahui inti dari pendidikan dini bagi anak kita. Konsep pendidikan ini memang berbeda dengan anak di usia yang lebih tua. Pada masa ini mereka tidak dituntut memiliki kemampuan baca, tulis dan hitung. Yang dibutuhkan adalah kesediaan sekolah untuk melakukan stimulasi pada area kematangan sosial, emosi dan kognitif anak. Pendekatan melalui berbagai cara seperti bermain, bernyanyi,  dan berinteraksi langsung dengan lingkungan .

Sehingga, metode belajar hanya di dalam kelas dan duduk mendengarkan tentu bukanlah metode yang dipilih. Apalagi kondisi balita kita belum matang, masing-masing anak memerlukan pendekatan personal dari lingkungannya.

Tips yang bisa dipergunakan untuk memilih sekolah pendidikan dini anak balita Anda:

  1. Jumlah anak tidak berlebihan. Pilihlah sekolah dengan perbandingan jumlah anak dan pengajar dengan rasio 10 anak dengan 2 pengajar dilengkapi 1 pendamping pengajar.
  2.  Perhatikan, apakah kondisi keluar masuknya pegawai  di sekolah tersebut tinggi. Apabila pihak sekolah tidak memberikan perhatian pada kesejahteraan para pengajar , tentu  hal tersebut menjadikan para pengajar merasa terabaikan dan rentan untuk keluar dari lembaga tersebut. Mereka yang terabaikan dan tidak puas, tidak bisa kita andalkan untuk memberikan perhatian lebih pada anak kita.
  3. Apakah terdapat program sekolah untuk memberikan pelatihan untuk kemajuan pengetahuan dan kemampuan bagi para pengajar di sekolah itu. Bila ya, pilihlah sekolah tersebut untuk tempat anak Anda mendapatkan pendidikan usia dininya.
  4. Apakah anak kita akan mendapatkan perhatian di sekolah tersebut? Tentu hal ini berkaitan dengan perbandingan jumlah anak dan guru. Selain itu apakah pihak pengajar sensitif dengan kebutuhan anak Anda. Bisa juga diperhatikan bila anak melaporkan adanya pengabaian di sekolah oleh pengajar atau pengasuh mereka atau penolakan yang muncul dari anak untuk masuk sekolah. Bila ya, maka pikirkan kembali keputusan Anda memasukkan anak di tempat itu.
  1. Pastikan pengajar di lembaga tersebut memiliki usaha yang aktif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Salah satu cirinya adalah pilihlah sekolah yang memiliki pengajar yang senang bercerita dan bernyanyi pada anak-anak

 Tia Rahmania,M.Psi

(praktik di Kancil dan pengajar di Prodi Psikologi, Univ. Paramadina)

 @tiarahmania

Top