NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Bagaimana ya agar Karyawan Disiplin?

Bagaimana ya agar  Karyawan Disiplin?

9560459_m
Ilustration

Pertanyaan sebagai judul di atas tampak kurang tepat. Masalah sebenarnya bukan bagaimana membuat karyawan menurut, patuh atau rajin. Namun, bagaimana sistem yang dibangun bisa mengelola apapun cara kerja karyawan maka hasil kerja yang kita targetkan akan tercapai.

Hal terpenting adalah membangun standarisasi kerja atau SOP. Selanjutnya perlu dibuat dokumentasi pembagian tugas yang jelas dan terkait dengan SOP tersebut. Namun yang terpenting adalah adanya target kerja yang jelas sesuai dengan pembagian tugas tadi.

Target kerja setiap karyawan diturunkan dari target besar. Pastikan setiap karyawan sepakat dengan target ini di awal tahun sekaligus paham aturan main dan konsekuensinya. Bukan hanya konsekuensi buruk, tapi juga reward jika meraih target. Perlihatkan kepada karyawan bahwa pencapaian target jangka pendek adalah langkah kecil menuju aspirasi karier mereka yang paling tinggi. Siapkan mereka dengan kompetensi yang mumpuni melalui coaching.

Target usaha baik jangka panjang maupun jangka pendek tentu harus disusun secara S.M.A.R.T (Specific, Measurable, Achievable, Reasonable dan Time Based). Kalau tidak, maka karyawan juga sulit untuk memahami apalagi meraihnya. Target yang jelas dan menantang tentu akan membuat karyawan bergairah dan merasa seperti bermain games. Apalagi jika ada reward kecil dan umpan balik yang positif setiap saat ketika ada kemajuan.

Nah, kalau sudah terasa seru mengejar target, maka sudah tak perlu dikhawatirkan lagi apakah mereka mau masuk jam berapa dan pulang jam berapa. Disiplin jam kerja bukan menjadi patokan lagi dalam meraih sukses. Apalagi jika kita harus menangani karyawan dari generasi Y…. Duh, bisa botak kalau tiap hari hanya menegur keterlambatan mereka. Yang penting hasil atau proses? Tidak peduli mereka mau bekerja dengan kaki diatas dan tangan di bawah, yang penting hasil kerja prima. Hasil prima sesuai yang kita inginkan. Setuju?

Jika butuh karyawan yang disiplin untuk siap siaga pada jam-jam tertentu misalnya untuk penjaga toko, maka sudah dikawal sejak seleksi. Bukan ketika karyawan bergabung, kita baru sibuk mengubah menjadi disiplin. Mengajari disiplin tidak semudah mengajari cara penggunaan komputer. Baiklah, supaya pertanyaan diatas bisa terjawab segera, maka benahi sistem seleksi dan sistem pengelolaan target kerja di usaha kita. Untuk belajar lebih dalam, ikuti coaching class di www.sdm4ukm.com

(Lita Mucharom | Director PT. Estetika Selaras I Presdir PT. Langkah Mitra Selaras | Founder PT. Graha Intan Selaras)

www.langkahmitra.com | @litamucharom

 

(Majalah Market+ Edisi 50)

Top