NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Happy Investing!

investing

Kondisi ekonomi Indonesia bisa dikatakan tidak begitu baik pada tahun 2013. Mengapa? Impor Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia yang tinggi menyebabkan pemerintah memberikan subsidi sebelum transaksi berjalan mengalami defisit yang terlalu besar. Namun pemberian subsidi BBM menyebabkan penurunan cadangan devisa negara. Tren penurunan ini berakibat pelaku pasar banyak melepas rupiah dan rupiah pun melemah.

Menyadari bahwa subsidi tidak bisa terus diberikan, akhirnya pada bulan Juni lalu, pemerintah mulai menaikkan harga BBM hingga timbul angka inflasi. Untuk mengendalikan angka inflasi itulah, pemerintah kemudian menaikkan BI rate. Tetapi, kondisi ini mendapat reaksi negatif dari pelaku pasar yang ditandai turunnya IHSG.

Di sisi lain, indeks Dow Jones justru mencapai level tertinggi di akhir tahun. Ini sebagai reaksi positif pelaku pasar terhadap membaiknya perekonomian Amerika Serikat (AS) sehingga mendorong investor asing menarik dana yang ditanamkan di negara berkembang seperti Indonesia untuk kembali diinvestasikan di AS. Dampaknya, permintaan dolar meningkat dan rupiah pun makin melemah.

Outlook 2014

Membaiknya perekonomian AS seharusnya bukan ancaman. Suatu negara yang mengalami rebound seperti AS, permintaan domestiknya akan mengalami peningkatan. Selama ini AS banyak mengimpor barang-barang dari Cina dan India. Cina dan India pun membutuhkan banyak sumber daya energi dalam memproduksi barang mereka yang biasa diimpor dari Indonesia. Sehingga cepat atau lambat, membaiknya kondisi ekonomi AS secara tidak langsung dapat meningkatkan kondisi ekonomi Indonesia melalui peningkatan ekspor sumber daya energi. So, why should we worry?

Bagaimana dengan Pemilu?

Reaksi pasar di tahun politik bisa diprediksi dari melihat kondisi saat Pemilu 2004 dan 2009. Pada masing-masing tahun tersebut, pasar memberikan reaksi berbeda ketika Pemilu berlangsung. Tahun 2004, IHSG cenderung bergerak flat. Pasar seperti melakukan “wait and see” menunggu hasil Pemilu. Sedangkan tahun 2009, IHSG bergerak naik, seolah-olah tidak berpengaruh terhadap Pemilu. Namun yang menyamakan keduanya, pada masa setelah hasil Pemilu diumumkan atau sekitar triwulan keempat, IHSG bergerak naik!! Maka ada kemungkinan pada tahun ini, pola kenaikan IHSG setelah hasil Pemilu diumumkan bisa kembali terjadi.

Apa yang harus dilakukan?

Seharusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Pemerintah telah membuat kebijakan-kebijakan agar perekonomian Indonesia tetap terjaga. Yang terpenting adalah turut berpartisipasi menjaga kelancaran Pemilu karena diprediksi belanja Pemilu bisa meningkatkan 0.2% pertumbuhan Indonesia. Selain itu, terus berinvestasi di pasar modal Indonesia perlu dilakukan sehingga ketika investor asing menarik dananya, IHSG tidak akan goyah karena kuatnya investor domestik.

Happy investing!!
.
.
Benny Raharjo
Independent Financial Planner
PT. Quantum Magna
www.qmfinancial.com
e-mail: info@qmfinancial.com

Top