Coach Cynthia Widjaja/ Business Coach ActionCoach South Jakarta
@CoachCyn
Ketika Anda berhadapan dengan pelanggan, ingatlah bahwa Anda tengah berada di panggung. Don’t make yourself feel at home
Selama tiga minggu perjalanan di Cina menginspirasi saya untuk membuat tulisan ini. Saya berpikir bahwa service provider di setiap negara kiranya lebih sensitif terhadap perbedaan budaya antar negara.
Suatu ketika, kami menyewa sebuah mobil dari Beijing, yakni Mercedes Benz, yang nyaman. Namun, tiba-tiba si sopir mulai terbatuk-batuk berulang kali, berusaha membersihkan tenggorokkannya dan terkadang meludah ke luar jendela. Wow! Saya kaget, sementara saya duduk di sebuah mobil Mer-c!
Hal yang membuat tidak nyaman pula, tercium bau napas perokok di dalam mobil. Kerap saya berisyarat dengan membuka jendela setiap kali ia terbatuk.
Memang di Cina, meludah dan membersihkan tenggorokan adalah hal yang umum dilakukan. Namun, apakah hal tersebut harus ada di sebuah tempat yang melayani tamu internasional?
Seperti halnya di Xi’an, pengemudi taksi berbicara lewat telepon dengan suara keras. Ya, di Cina kita melihat orang berbicara dengan suara tinggi. Ketika kita menganggap hal tersebut mengganggu, mereka merasa hal tersebut normal.
Bukan hanya suara terlalu keras, tamu pun terganggu apabila suara terlalu lembut, sehingga perlu diulang beberapa kali. Maka, perhatikan level suara tiap kali bertemu deng tamu Anda, disesuaikan dengan siapa Anda bertemu.
Berbeda cerita ketika saya ke pasar malam Xi’an, dan membeli minuman teh. Beberapa toko menyambut tamunya dengan hangat dan ramah. Saya tidak tahu siapa dia. Inilah yang perlu dicontoh oleh provider service yang lain.
Setelah memilih teh, pelayan mengajak kami untuk minum teh di mejanya, hal tersebut memang umum di tradisi teashop Cina. Ia terlihat terampil menuangkan teh, toast bersama kami, dan bercakap dengan bahasa Inggris yang terbatas, namun hal tersebut begitu menyenangkan. Inilah yang membuat kami membeli beberapa teh lagi sebelum pergi.
Kini, bagaimana dengan pelayanan terhadap pelanggan Anda? Apakah tulus diberikan? Bagi saya, hal tersebut merupakan selling point yang sulit untuk ditiru.
Baru-baru ini Ron Kaufman, Master Service Excellence dalam ActionCOACH Global Conference in Beijing, Ron Kaufman, berbicara mengenai bagaimana membentuk service experience yang lebih dari pelanggan harapkan. Saya yakin, dengan memperhatikan cultural expectations dapat membuat bisnis Anda lebih baik dan unik dibanding kompetitorAnda.
Coach Cynthia adalah owner ActionCOACH Business Coaching di Jakarta Selatan yang mampu meningkatkan result bisnis Anda dan terbukti dengan jaminan 17 minggu. Informasi: www.acsj.co.id
This Post Has 0 Comments