International Space Apps Challenge Hadir Di Indonesia

International Space Apps Challenge Hadir Di Indonesia

0 4
International Space Apps Challenge (ISAC) merupakan acara kolaborasi akselerasi internasional yang berfokus pada pengembangan solusi inovatif untuk memecahkan masalah penting dari planet kita.
Acara ini akan diadakan serempak di tujuh benua dan juga di angkasa. Untuk acara di Jakarta sendiri, akan diselenggarakan pada 21 – 22 April 2012 bertempat di @america,  serta kantor pusat DailySocial.
Seperti acara hackathon pada umumnya peserta akan menginap di tempat yang telah ditentukan dan mengembangkan kode atau program sesuai dengan tema yang telah ditentukan.
Menurut Kristen Painting dari NASA Open Government Initiative, NASA bekerja sama dengan berbagai organisasi di seluruh dunia untuk mengajak sebanyak mungkin orang dalam acara International Space Apps Challenge ini.

“Kami merasa beruntung untuk bekerja bersama dengan U.S. Embassy, Direktorat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, @america dan DailySocial untuk membawa acara ini ke Indonesia,”  ujar Kristen Painting.

Sedangkan Jason P. Rebholz dari U.S. Embassy, di Indonesia mangatakan, pihaknya merasa beruntung bisa bekerja bersama dengan penyelenggara yang fantastis yaitu DailySocial untuk bisa membantu mengajak techies yang tepat untuk ikut serta pada tantangan ini. DailySocial pernah menyelenggarakan acara serupa dan merupakan partner yang tepat untuk acara Space Apps Challenge.

Rama Mamuaya, CEO DailySocial mengatakan, “Kami senang sekali bisa dipilih menjadi rekanan strategis untuk event ini, dan kami percaya bahwa respon dari komunitas developer lokal dan regional akan sangat besar sekali.” 

Peserta yang tertarik untuk hadir tidak usah khawatir karena mereka bisa bekerja secara individu atau tim, dan proses coding juga platform agnostic, jadi peserta bisa memilih platform apapun untuk acara hackathon ini. Solusi yang dikembangkan bisa berupa aplikasi mobile, desktop atau web. Apapun! Dan setiap kode yang disusun akan dijadikan sebagai proyek open source.

Tahun ini, ISAC telah memberikan beberapa tantangan yang menanti untuk dipecahkan, antara lain:

Tantangan Open Data — Kepler

The challenge is to help NASA either a) make Kepler data more accessible or b) create something amazing with it. It could be an app that better visualizes the data, an interface that presents the data in a new way, an infographic that helps understand the data in a new way, or more.

Perangkat Keras dalam Genggaman untuk Ilmu Pengetahuan Warga 

The challenge is to develop plug-in hardware that can be used for any one of NASA’s citizen science missions, such as the creation of a spectrometer, photometer, or other instrumentation. A solution could include an open source framework to allow a variety of external sensors to interface with common smartphones. Sensors could measure atmospheric conditions, the radioactive environment over time, electromagnetic interference, or a variety of other conditions.

Aplikasi Ukuran dari Bumi 

Develop an app that facilitates a set of cooperative observations from which the app can determine the size of the Earth. An ingenious Greek astronomer named Eratosthenes, living about 2500 years ago, not only knew that the Earth was round, but was able to accurately determine its size! You and a new friend can do the same, with the assistance of this app!

Sistem Susunan Antar Muka dari Data Planet NASA 

Develop a tool for citizen scientists, educators, and students to access NASA’s Planetary Data System data sets, which is available at http://pds.nasa.gov/.

Aplikasi HTML5 untuk Mengakses Situs Observasi Bumi NASA 

Develop a stand-alone HTLM5 tablet app that would reach a large number of citizen scientists using Earth Science Data from the NASA Earth Observations (NEO) website (http://neo.sci.gsfc.nasa.gov). The website currently provides access to a wide array of missions and instrument data, and the ability to statistically analyze the information. It is focused on Earth Science, but will be extended to include planetary systems datasets in the future.

Desain Awal untuk Open Data API 

Scope out and design the hooks and actions necessary for application developers to interface with NASA datasets through an API. NASA has thousands of publicly available datasets, ranging from deep-space radiation readings to geospatial imaging of the earth’s surface. While an API exists at data.nasa.gov to read these datasets’ metadata, there is no standard way to access the data itself.

Membuat Data Semantik untuk Deskripsi Berkas 

The challenge is the creation of a semantic XML/RDF method for describing the contents of NASA datasets. NASA has thousands of publicly available datasets, ranging from deep-space radiation readings to geospatial imaging of the earth’s surface. Currently, there is no standard way to semantically describe the contents of a dataset in a way that is both easy to understand and machine readable.

Bagi mereka yang tertarik untuk bersama-sema semalam suntuk menyusun kode dan merasa bahwa memcahkan masalah adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan, bisa mendaftarkan lewat tautan inihttp://spaceappschallenge.org/register sedangkan sumbar API NASA yang bersifat open source bisa mulai dipelajari lewat tautan ini http://code.nasa.gov/project/.

ISAC akan jadi acara yang menyenangkan dan tentunya positif, karena berguna untuk memecahkan berbagai tantangan dan masalah yang juga bisa membantu banyak orang. Bagi Anda yang tertarik bisa bersiap dan langsung menuju tautan yang telah disebutkan di atas.

ISAC sendiri merupakan acara kolaborasi akselerasi internasional yang berfokus pada pengembangan solusi inovatif untuk memecahkan masalah penting dari planet kita. Kristen Painting dari NASA Open Government Initiative mengatakan bahwa, “Kami bekerja sama dengan berbagai organisasi di seluruh dunia untuk mengajak sebanyak mungkin orang dalam acara International Space Apps Challenge”. Acara akan diadakan serempak di tujuh benua serta juga di angkasa.

Untuk acara di Jakarta akan diselenggarakan pada 21 – 22 April 2012 bertempat di @america serta kantor pusat DailySocial. Seperti acara hackathon pada umumnya peserta akan menginap di tempat yang telah ditentukan dan mengembangkan kode atau program sesuai dengan tema yang telah ditentukan.

Acara ini disambut berbagai pihak yang bekerja sama dengan antusias, “Kami merasa beruntung untuk bekerja bersama dengan U.S. Embassy, Direktorat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, @america dan DailySocial untuk membawa acara ini ke Indonesia,” kata Kristen Painting dari NASA Open Government Initiative.

“Kami beruntung untuk bisa bekerja bersama dengan penyelenggara yang fantastis yaitu DailySocial untuk bisa membantu kami mengajak techies yang tepat untuk ikut serta pada tantangan ini. DailySocial pernah menyelenggarakan acara serupa dan merupakan partner yang tepat untuk acara Space Apps Challenge,” kata Jason P. Rebholz dari U.S. Embassy di Jakarta, Indonesia.

Rama Mamuaya, CEO DailySocial mengatakan, “Kami senang sekali bisa dipilih menjadi rekanan strategis untuk event ini, dan kami percaya bahwa respon dari komunitas developer lokal dan regional akan sangat besar sekali.” 

Peserta yang tertarik untuk hadir tidak usah khawatir karena mereka bisa bekerja secara individu atau tim, dan proses coding juga platform agnostic, jadi peserta bisa memilih platform apapun untuk acara hackathon ini. Solusi yang dikembangkan bisa berupa aplikasi mobile, desktop atau web. Apapun! Dan setiap kode yang disusun akan dijadikan sebagai proyek open source.

Tahun ini, ISAC telah memberikan beberapa tantangan yang menanti untuk dipecahkan, antara lain:

Tantangan Open Data — Kepler

The challenge is to help NASA either a) make Kepler data more accessible or b) create something amazing with it. It could be an app that better visualizes the data, an interface that presents the data in a new way, an infographic that helps understand the data in a new way, or more.

Perangkat Keras dalam Genggaman untuk Ilmu Pengetahuan Warga 

The challenge is to develop plug-in hardware that can be used for any one of NASA’s citizen science missions, such as the creation of a spectrometer, photometer, or other instrumentation. A solution could include an open source framework to allow a variety of external sensors to interface with common smartphones. Sensors could measure atmospheric conditions, the radioactive environment over time, electromagnetic interference, or a variety of other conditions.

Aplikasi Ukuran dari Bumi 

Develop an app that facilitates a set of cooperative observations from which the app can determine the size of the Earth. An ingenious Greek astronomer named Eratosthenes, living about 2500 years ago, not only knew that the Earth was round, but was able to accurately determine its size! You and a new friend can do the same, with the assistance of this app!

Sistem Susunan Antar Muka dari Data Planet NASA 

Develop a tool for citizen scientists, educators, and students to access NASA’s Planetary Data System data sets, which is available at http://pds.nasa.gov/.

Aplikasi HTML5 untuk Mengakses Situs Observasi Bumi NASA 

Develop a stand-alone HTLM5 tablet app that would reach a large number of citizen scientists using Earth Science Data from the NASA Earth Observations (NEO) website (http://neo.sci.gsfc.nasa.gov). The website currently provides access to a wide array of missions and instrument data, and the ability to statistically analyze the information. It is focused on Earth Science, but will be extended to include planetary systems datasets in the future.

Desain Awal untuk Open Data API 

Scope out and design the hooks and actions necessary for application developers to interface with NASA datasets through an API. NASA has thousands of publicly available datasets, ranging from deep-space radiation readings to geospatial imaging of the earth’s surface. While an API exists at data.nasa.gov to read these datasets’ metadata, there is no standard way to access the data itself.

Membuat Data Semantik untuk Deskripsi Berkas 

The challenge is the creation of a semantic XML/RDF method for describing the contents of NASA datasets. NASA has thousands of publicly available datasets, ranging from deep-space radiation readings to geospatial imaging of the earth’s surface. Currently, there is no standard way to semantically describe the contents of a dataset in a way that is both easy to understand and machine readable.

Bagi mereka yang tertarik untuk bersama-sema semalam suntuk menyusun kode dan merasa bahwa memcahkan masalah adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan, bisa mendaftarkan lewat tautan inihttp://spaceappschallenge.org/register sedangkan sumbar API NASA yang bersifat open source bisa mulai dipelajari lewat tautan ini http://code.nasa.gov/project/.

ISAC akan jadi acara yang menyenangkan dan tentunya positif, karena berguna untuk memecahkan berbagai tantangan dan masalah yang juga bisa membantu banyak orang. Bagi Anda yang tertarik bisa bersiap dan langsung menuju tautan yang telah disebutkan di atas.

NO COMMENTS

Leave a Reply