Gandeng Komunitas Jazz Kemayoran, Blue Bird Group Ramaikan JJF 2012

Gandeng Komunitas Jazz Kemayoran, Blue Bird Group Ramaikan JJF 2012

0 16

 

Jakarta, 2 Maret 2012. Melihat antusias yang tinggi dari para pecinta musik jazz yang mengunjungi booth Blue Bird Group saat penyelenggaraan even Java Jazz Festival 2011 Maret tahun lalu, di JIExpo PRJ, Kemayoran Jakarta, kini Blue Bird Group kembali meramaikan Java Jazz Festival 2012 dengan menggandeng group-group band dari Komunitas Jazz Kemayoran (KJK).

Group band dari KJK ini dipimpin oleh Beben Supandi Mulyana, alias Beben Jazz, yang juga seorang musisi jazz kawakan di booth Blue Bird Group ini akan memuaskan dahaga para pecinta musik jazz yang diselenggarakan setiap malam mulai tanggal 2 – 4 Maret 2012.

Kehadiran Blue Bird Group di even besar yang diselenggarakan setiap tahun ini, menurut Noni Purnomo, Vice President Business Development merupakan bentuk kepedulian pada perkembangan dunia musik di Indonesia.

“Program sosial yang kita jalankan selama ini adalah bidang pendidikan, seni dan budaya. Kita menyebutnya dengan program Blue Bird Peduli. Nah, kita harapkan dengan penyelenggaraan even-even seperti ini akan merangsang dan melahirkan musisi muda Indonesia yang  berbakat, sehingga karya-karya mereka bukan saja dikagumi di dalam negeri, tapi juga dalam kancah musik internasional,” ujar  Noni berharap.

Sebagai musisi jazz, Beben sangat surprise Blue Bird Group ikut berpartisipasi pada even ini. Hal ini membuktikan bahwa Blue Bird serius memberikan apresiasi terhadap perkembangan musik di tanah air, khususnya jazz. “Blue Bird Group bisa menjadi pionir dan memberikan inspirasi kepada masyarakat. Selanjutnya tinggal berinovasi terus memberikan warna bagi acaranya,” kata Beben Jazz yang juga kakak kandung seniman Dik Doang ini.

Keseriusan Blue Bird ini yang menjadikan alasannya untuk terlibat di booth Blue Bird Group dalam acara tersebut. Lebih lanjut, lelaki berambut gondrong ini menjelaskan, bahwa ia melihat Blue Bird memiliki visi ke depan yang sesuai dengan Komunitas Jazz yang dipimpinnya, yaitu Komunitas Jazz Kemayoran.

Agar penampilan Komunitas Jazz mendekati sempurna, Beben menyiapkan 10 Penampil/Band yang tergabung di dalam Komunitas Jazz Kemayoran  sesuai dengan slot yang tersedia, serta memilih grup-grup dengan masing-masing keragamannya, dari swing, latin, serta Pop Jazz, yang dapat memeriahkan suasana. Semua Group tersebut secara khusus telah berlatih sekurang kurangnya selama 1-2 bulan sebelum festival berlangsung.

“Lagu yang dibawakan juga sangat beragam, dari berbagai genre, antara lain Take The A Train, The Girl From Ipanema, Blue Moon, Fly Me To The Moon, One Note Samba, Just The Two of Us, Lullaby of Birdland, Nearness of You, Misty, All The Thing You Are, Overjoyed, Ondel-Ondel (yang di Jazz-kan), “ bebernya.

Jadi kalaupun sering ada pendapat miring dari masyarakat jazz mengenai hal ini, bagi suami dari artis bersuara khas Inna Kamarie ini hal ini tidak menjadi masalah, namun yang penting trik seperti ini jangan sampai kebablasan dan terus dipertahankan, suatu masa memang harus memperkenalkan Jazz dengan cara yang lebih benar agak tidak salah kaprah.

Meskipun demikian, ayah satu orang putra berusia dua tahun yang bernama Ben Sebastian (3th) ini melihat bahwa sesungguhnya perkembangan jazz yang benar-benar real jazz terus berkembang menuju regenerasi yang luar biasa, lewat komunitas-komunitas, Jazz Lover dan sebagainya. “Dan ini adalah hal yang sangat positif yang harus terus dipertahankan secara konsisten,” ujarnya.

 

Bukan hanya sekadar hadir, namun pelaksanaan event di booth Blue Bird Group, tambahnya, juga cukup unik. Sebab, disebuah booth ada Jazz nya sangat tidak terduga, dan musik serta  para pemainnya  memang bagus-bagus dan variatif .“Mungkin awalnya pengunjung pun tidak nggeh, namun setelah tahu jadi betah stay di both tersebut. Dan yang kedua, pengunjung dan pemain menjadi terasa lebih dekat dan akrab,” tukasnya.

 

NO COMMENTS

Leave a Reply