Industri Pasar Modal Mampu Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Industri Pasar Modal Mampu Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur

0 4
(ki-ka) ; Abiprayadi Riyanto (Direktur Utama Mandiri Investasi), Harry M. Supoyo (Direktur Utama Mandiri Sekuritas), dan Aldian Taloputra (Senior Economist Mandiri Sekuritas)

Jakarta, 14 Februari 2012 – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus menunjukkan daya tahannya didukung oleh tiga senjata andalan yaitu struktur demografi muda dengan penduduk berpendapatan menengah yang tinggi, naiknya peringkat surat hutang Indonesia, dan disahkannya undang-undang pembebasan lahan yang dapat mempercepat pembangunan infrastruktur.

Industri pasar modal tentunya mampu berkontribusi dalam mendorong percepatan pertumbuhan infrastruktur. Hal inil dikupas dalam Seminar Ekonomi Mandiri Sekuritas Group 2012.

Seminar yang bertajuk Playing the trump cards : domestic demand, investment grade and infrastructure ini, membahas mengenai perkembangan perekonomian global terkini serta dampaknya terhadap kinerja ekonomi domestik dan arah kinerja pasar modal Indonesia. Selain itu, dibahas juga prospek pembangunan infrastruktur terutama setelah disahkannya Undang-undang pembebasan lahan untuk kepentingan publik.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Harry M. Supoyo mengatakan, industri pasar modal berkemampuan untuk mendorong percepatan pembangunan infrstruktur. Pasalnya, pasar modal mampu menyediakan solusi pembiayaan jangka panjang dan berbiaya rendah dengan cepat, baik melalui penerbitan obligasi maupun penawaran sebagian saham ke publik.

“Kami akan mendorong industri pasar modal untuk mengambil peran yang lebih besar, termasuk aktif mengedukasi para stakeholders mengenai pentingnya pengembangan infrastruktur bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Diharapkan hal ini akan meningkatkan partisipasi publik dan investor strategis yang lebih luas,” jelas Harry.

Destry Damayanti, Chief Economist Mandiri Group, menambahkan bahwa masuknya Indonesia ke dalam peringkat layak investasi (investment grade) perlu diiringi dengan percepatan pembangunan infrstruktur. “Dukungan regulasi terkait pengadaan lahan juga perlu diperkuat untuk memberikan kepastian bagi investor. Hal ini harus dimanfaatkan dengan mengajak investor dalam pembangunan infrastruktur. Karena pembenahan infrastruktur sangat penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Mandiri Investasi, Abiprayadi Riyanto juga melihat peluang yang cukup besar di tahun 2012 untuk menerbitkan produk reksa dana berbasis proyek dengan time horizon jangka menengah dan panjang. “Mandiri Investasi memiliki track record yang baik di industri reksa dana. Tentunya kami selalu terbuka untuk melakukan pengembangan produk investasi reksa dana berbasis sektor riil,” tukas Abiprayadi.

Saat ini, pasar modal Indonesia menghadapi tantangan untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Mandiri Sekuritas berkomitmen untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan infrastruktur dengan berperan sebagai penjamin emisi efek di sejumlah IPO baik BUMN maupun perusahaan swasta yang bergerak di sektor infrastruktur dan konstruksi.

NO COMMENTS

Leave a Reply