Wahana Visi Indonesia Mendongkrak Kemandirian

26/01/2012 2:07 pm0 commentsViews:

Latar belakangnya adalah semangat tinggi untuk mandiri. Perubahan yang lebih baik adalah tujuan pasti Wahana Visi Indonesia (WVI)

Bekerjasama dengan komunitas dan berbagai organisasi lokal, WVI memberikan pendampingan kepada masyarakat miskin dan terpencil di tanah air untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak serta mendampingi kemandirian ekonomi masyarakat.

Dalam misinya memajukan masyarakat terpencil, WVI berpegang teguh pada tiga sektor kunci yakni ; kesehatan, pendidikan, dan kemandirian ekonomi. WVI tidaklah membeda-bedakan suku, ras, agama maupun gender dalam memberi bantuan. “Kami bekerja sama dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah dengan Din Syamsudin membangun rumah di Aceh, dan kami dalam bekerja tidaklah membedakan suku, agama, ras dan gender dalam mendampingi komunitas yang kami bantu,” kata Direktur Pengembangan Transformasi WVI, Grace Hukom.

Pendampingan yang dilakukan tim WVI terbukti memberi efek positif. WVI menargetkan waktu pendampingan 12-15 tahun.

“Tolok ukur kami dalam pengembangan daerah dilihat dari kemajuan anak-anak yang ada di daerah itu. Bila sebelum kami ada, anak-anak di daerah itu belum mendapat akses pendidikan, kesehatan dan pangan yang baik, maka setelah kami meninggalkan daerah itu anak-anak dipastikan mendapat akses yang bagus di tiga sektor tersebut. Tentu ini didukung serta oleh kemandirian ekonomi sang orang tua,” tukas Grace.

Menurut Grace, WVI sebagai organisasi sosial tidak terpikir hanya memberi bantuan materi dan tidak menggarap peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Kami hadir berbagi pengetahuan dan pengalaman yang pada akhirnya masyarakat bisa mandiri meski kami tidak lagi berada di komunitas itu, dan bahkan banyak desa yang pernah kami tangani kini menjadi sangat maju dari sebelumnya,” aku Grace.

Pihaknya mengaku saat ini tengah menangani 43 area development program di delapan provinsi di Indonesia. Organisasi yang berdiri sejak 1998 ini juga memberikan kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi melalui berbagai program, seperti penyantunan anak, pemberian bantuan hadiah, hibah, dan kemitraan.

Amerika Serikat, Kanada, Australia dan beberapa negara maju lain masih menjadi donatur kuat pembiayaan program – program WVI, sedangkan partisipasi lokal baru mencapai 10 persen yang hanya dapat membantu 7 Area Development Program.

“Dengan memberi donasi Rp. 150.000; per bulan, Anda telah membantu pendidikan satu anak di daerah tertinggal,” ungkap Mira, Marketing Komunikasi WVI.

(Farhan)

 

January 2012
S M T W T F S
« Dec   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031