PT Pos Indonesia Luncurkan Prangko Shio Naga Air

PT Pos Indonesia Luncurkan Prangko Shio Naga Air

0 4

Untuk merayakan tahun baru China, PT Pos Indonesia hari ini mengeluarkan seri terbaru prangko Naga Air yang sesuai dengan shio tahun 2012 yaitu tahun Naga. Peluncuran seri prangko ini diselenggarakan PT Pos Indonesia dengan dukungan dari Lembaga Kerjasama Ekonomi, Sosial dan Budaya Indonesia – China (LIC) serta Grand Indonesia yang menjadi tempat pelaksanaan acara, serta dihadiri oleh pengurus Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI).

PT Pos Indonesia secara rutin menerbitkan seri prangko bertema shio sejak tahun 2007 dan tahun ini telah memasuki tahun keenam. Langkah PT Pos Indonesia menerbitkan prangko bertema shio ini bisa memenuhi harapan para filatelis lokal dan mancanegara, terutama masyarakat Tionghoa Indonesia yang juga banyak menjadi pencinta filateli.

Dr. I Ketut Mardjana, Direktur Utama PT Pos Indonesia mengungkapkan, “Salah satu fungsi prangko adalah sebagai perekam peristiwa dan sebagai media perekat antar bangsa. Prangko dengan tema shio merupakan perwujudan pembauran budaya antar bangsa dan warga Negara, antara budaya Indonesia dan budaya Tionghoa.” Ia menambahkan, “Merupakan kebanggaan bagi kami untuk turut berpartisipasi meramaikan Tahun Baru China dengan mengeluarkan prangko seri Naga Air ini. Sejak beberapa tahun terakhir kami telah rutin mengeluarkan prangko seri shio sesuai dengan tahun berjalan sebagai apresiasi terhadap keragaman budaya Indonesia.”

Prangko seri Naga yang dikeluarkan kali ini terdiri dari tiga bagian. Prangko seri Tahun Naga kali ini terdiri dari prangko Naga dan Burung Hong dengan latar belakang Kelenteng Hok Ceng, Pulau Kemaro, Palembang; prangko Sepasang Naga dan Kylin dengan latar belakang Kelenteng Tri Dharma Raya, Singkawang; dan Naga dan Burung Hong dengan latar belakang Pagoda Watu Gong, Semarang. Sementara souvenir sheet nomor satu menampilkan desain Sepasang Naga dengan latar belakang Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang.

Naga, khususnya Naga Air, disebut-sebut memiliki keseimbangan logika dan kreativitas yang akan mendorong kemampuan untuk melayani, sadar lingkungan, dan menyisihkan ego demi kebaikan semua.

Bila dilihat dalam perspektif keadaan dunia pada umumnya, maka tahun 2012 bisa menjadi momentum untuk membatasi pemanasan global, memberi perhatian yang besar terhadap kesehatan, ketimpangan sosial dan kelaparan dunia. Ini adalah harapan yang ingin disampaikan melalui penerbitan prangko seri Naga sekaligus tantangan yang harus dijawab.

Dalam kesempatan itu, PT Pos Indonesia juga menerbitkan 30.000 mini sheet dengan harga Rp 15.000,- per set dan 30.000 Souvenir Sheet dengan harga Rp 5.000,- per set,-. Sampul Hari Pertama (SHP) dicetak sebanyak 4.000 set dengan harga Rp 9.500,- per set dan Sampul Hari Pertama (SHP) Souvenir Sheet dicetak sebanyak 4.000 set dengan harga Rp 7.000,- per set. Selain itu diterbitkan pula Kemasan Filateli yang dicetak sebanyak 4.000 set dengan harga Rp 30.000,-.

Phila dan Tely sebagai Maskot Filateli

Selain peluncuran prangko seri Naga, dalam kesempatan yang sama PT Pos Indonesia juga memperkenalkan maskot filateli, yaitu sepasang anak laki-laki dan perempuan bernama Phila dan Tely. Seperti halnya setiap prangko mempunyai sejarah, arti gambar, tempat dibuat, tahun dan cerita lain, maskot ini juga memiliki latar belakang mengapa mengambil tema dua anak laki – laki dan perempuan sebagai Phila dan Tely.

“Maskot filateli diwakili oleh dua karakter yaitu Mr. Phila dan Miss Tely. Sehingga apabila keduanya disatukan akan membentuk satu kata: PHILATELY. Pemilihan maskot dengan representasi anak muda dimaksudkan untuk mendekatkan filateli kepada generasi muda, dimana diharapkan dapat lebih menarik minat calon filatelis terutama dari kalangan generasi muda,” urai I Ketut Mardjana. Maskot ini dibuat dengan memperhatikan unsur kedekatan (closeness), gembira (fun), serta mudah untuk dikenali (recognizable).

“Filateli yang merupakan hobi mengkoleksi benda pos seperti prangko, sampul hari pertama, sampul peringatan, kartu pos, cap pos dan berbagai benda pos lainnya dapat melibatkan seluruh anggota keluarga. Oleh karena itu, kami ingin mencoba memperkenalkan hobi yang terbilang murah tapi besar manfaatnya kepada kalangan anak-anak,” kata I Ketut Mardjana.

Selain memiliki maskot, ke depan filateli juga akan memiliki Duta Filateli. Duta Filateli tersebut merupakan seorang tokoh yang telah dikenal luas oleh masyarakat yang mampu menjembatani dalam berbagai hal, guna kepentingan perkembangan perfilatelian di Indonesia. Saat ini yang menjadi Duta Filateli adalah Mentri Pemuda Dan Olah Raga,  Andi Malangrangeng.

NO COMMENTS

Leave a Reply