Menuju Jakarta Kebanggaan Bangsa

06/01/2012 12:56 pm0 commentsViews:

Menanamkan investasi di  Jakarta bukan merujuk pada keuntungan bisnis semata. Namun, kolaborasi para investor menjadi kekuatan untuk menata dan memajukan kota metropolitan ini. Berbagai pihak menyepakati, posisi Jakarta harus dipertahankan sebagai pusat pemerintahan, bisnis, dan keuangan.

Kabar menyejukkan, bahwa perkembangan Jakarta pada triwulan I 2011 mencapai 13,5%. Tingkat pertumbuhan investasi ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.  Hal tersebut menjadi perhatian berbagai kalangan. Kita bisa menengok agenda Jakarta Investment Summit 2011 November lalu.  Pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI Jaya, dan Badan Modal dan Promosi (BPMP) DKI Jakarta berupaya mensinergiskan beragam gagasan sebagai tindak lanjut terhadap iklim investasi Jakarta yang positif.

Bisnis infrastruktur di Jakarta  adalah salah satu bisnis yang menjanjikan untuk berinvestasi. Perspektif yang perlu dibangun adalah berinvestasi sekaligus memperbaiki ibukota.  Tujuh sektor infrastruktur itu adalah bidang jalan, perhubungan, air tanah, pemukiman, saluran air, transportasi kota dan telekomunikasi. Fokus kerja diperlukan untuk membangun Jakarta yang kompetitif.

Bisnis bidang infrastruktur tentunya melibatkan banyak pihak, manfaat yang dirasakan pun meluas. Sebagai contoh, berinvestasi untuk membangun tanggul maupun terowongan guna menanggulangi banjir. Proyek ini akan menggabungkan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Departemen Dalam Negeri, Bappenas, dan BPN. Kemudian pemerintah provinsi dan kota.  Tentu saja, pihak swasta menjadi pendukung yang kuat untuk pembiayaannya. Bisa jadi Jakarta akan memiliki proyek spektakuler sebagaimana pembuatan terowongan di Kuala Lumpur, terowongan dengan sistem SMART (Storm Management and Road Tunnel).

Kita pun perlu melirik peluang untuk bersama membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Marunda, Jakarta Utara.  Fasiltas yang  hendak dibangun di KEK adalah pelabuhan dan pergudangan kelas internasional, membangun power plant untuk kebutuhan energi yang sangat tinggi termasuk kebutuhan energi untuk pelabuhan.

KEK akan dilengkapi alat pemusnah sampah dengan teknologi modern, pusat pengolahan air untuk pengadaan air bersih, serta pengolahan limbah. Selain itu,  disediakan sarana-sarana yang baik untuk operasional industri. KEK menguntungkan investor karena investor akan mendapatkan berbagai insentif mulai perijinan, pajak , kepabeanan, ekspor ­impor, logistik dan lainnya.

Contoh peluang  lain di Jakarta yang  menjadi acuan para pebisnis dan wirausahawan baru adalah sektor transportasi dan logistik. Menurut data pertumbuhan, sektor  tersebut pada tahun 2010 meningkat sebesar 14,2%.

Sebagai contoh, Jakarta membuka  peluang investasi untuk RFID (Radio Frequency Identification). Bisnis ini merupakan layanan penunjang infrastruktur transportasi dan logistik. Layanan aplikasi RFID/Smart Card digunakan untuk berbagai solusi, antara lain sistem presensi, akses kontrol, smart parking, payment, dan lain-lain.

Teknologi RFID kelak akan berkembang di Indonesia, dan Jakarta menjadi role modelnya. Lini industri membutuhkannya untuk asset management and logistic, sektor transportasi untuk pembayaran seperti kereta api busway, monorel, serta layanan Electronic Road Pricing (ERP) dan Electronic Toll Collection (ETC) jalan tol.

Target Jakarta  sebagai  Truly Investing City membutuhkan kerjasama berbagai pihak. Optimisme perlu dipupuk untuk membangun Jakarta sebagai kebanggaan bangsa. Di samping itu, diharapkan pula kejujuran dalam berusaha untuk menjadikan suatu persaingan yang sehat dapat terbangun. Alangkah indahnya jika semua pihak yang mendambakan tumbuhnya perekonomian Jakarta khususnya dan Indonesia umumnya dengan tujuan win-win solution. (ASRI-berbagai sumber)

January 2012
S M T W T F S
« Dec   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031