JFW 2012, Sentuhan Modernitas Para Desainer Piawai

18/11/2011 6:13 pm0 commentsViews: 2

 

Pada hari keenam, para pemerhati mode bisa menikmati ragam bakat murid-murid terbaik ESMOD di panggung Fashion Tentdalam A Passionate Experience in a Journey in Fashion. Sekolah mode yang didirikan pada 1996 dan telah berhasil mengasah talenta-talenta masa depan dunia mode Indonesia itu menyodorkan sembilan koleksi unggulan dari Pro, Z et S, Kaisara, Mr. Lover and Mrs. Loather, Nuguwigii, Paper Dolls, Afriyanti Tan, Linda Mariani dan Rebecca Marsauli. Setiap koleksi mencerminkan kepiawaian masing-masing desainer dalam mengolah desain sesuai segmen pasar.

Sementara acara di panggung Promenade akan dibuka kembali oleh MANGO, yang merupakan salah satu tenant di Pacific Place Mall.  Brand Spanyol itu menggelar koleksi Fall dan Winter yang memadukan elemen maskulin dan feminin, dan dituangkan dalam daytime look dan evening wear. Chic & classic, diwarnai oleh sentuhan sequin, lace, tweed dan shiny fabric. Warna hitam dan putih berpadu kontras dengan merah, emas dan sentuhan animal print.

Panggung Promenade juga akan dimeriahkan oleh Pineda Covalín, label fashion asal Meksiko yang didirikan oleh dua desainer muda, Cristina Pineda dan Ricardo Covalín, pada 1995. Label yang telah terkenal di benua Amerika dan sejumlah negara Asia, seperti Jepang, itu kental dengan budaya Meksiko yang penuh warna dan motif tradisional suku-suku asli di Meksiko, seperti Maya dan Aztec.

Co-sponsor JFW 2012, Mazda, kembali menggelar Young Vibrant Designers. Kali ini menggandeng tiga perancang muda dengan karakteristik desain yang kuat, namun indah, sekaligus dapat menyentuh emosi penikmatnya. Mereka adalah Kleting Titis Wigati, Danny Satriadi, dan Imelda Kartini. Kleting Titis Wigati merupakan pemilik label KLE, yang karya busananya senantiasa berjiwa muda dan ekspresif, serta berdesain unik. Sementara rancangan Danny Satriadi memiliki karakteristik maskulin yang tegas, namun tetap menyiratkan keanggunan. Sedangkan Imelda Kartini menampilkan gaun-gaun ultra feminin yang dipenuhi detail rumit nan romantis, dengan kilauan kemewahan yang senantiasa tampil modern.

Jangan lewatkan persembahan Warisan Budaya dalam Kekinian dari Sarinah, Indonesian Emporium Department Store, lewat rangkaian busana muslim dan batik tulis halus berkualitas tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Label-label yang akan tampil, yaitu Baroko, Rosso, Sessa dan Galeri Batik Jawa.

Marissa Nasution, yang berlatar belakang sebagai model dan pendiri label sepatu Dollhouse, akan berkolaborasi dengan Michelle Worth, desainer lulusan Istituto Europeo di Design di Milan, Italia, yang kualitas rancangannya cukup terdengar gaungnya. Desain sepatu Dollhouse yang berani dan identik dengan hak setinggi lima inci akan berpadu dengan garis rancangan Michelle yang dinamis dan berjiwa muda, namun tetap mudah dipakai, di panggung Fashion Tent.

Lomba Perancang Mode (LPM) 2011 tak mau ketinggalan menampilkan rancangan 10 finalis yang mencerminkan Sinergi Timur-Barat – interpretasi mereka terhadap padu padan budaya local dengan modernitas dalam detail rancangan, dengan hasil akhir berupa busana siap pakai untuk konsumen masa kini. Dewan juri, yang terdiri dari desainer, kritikus mode dan fashion editor, akan memilih tiga pemenang, pemenang favorit dan pemenang khusus yang dipersembahkan oleh Mazda.

Malam ini BRI juga akan menggelar LPM Graduates, show para alumni Lomba Perancang Mode (LPM) Femina Group dari 1980 hingga 2009. Ada tujuh desainer pilihan  JFW Fashion Council, yang beranggotakan para pemimpin redaksi dan redaktur mode media-media ternama di Jakarta, yang akan menunjukkan kepiawaian mereka dalam mengolah siluet, yaitu Albert Garry Yanuar, Carmanita, Edward Hutabarat, Vinora Ng, Kursien Karzai, Jeffry Tan dan Ferry Sunarto. Setiap desainer menampilkan sepuluh busana dengan konsep masing-masing, namun memiliki aspek sentuhan modernitas.

Saksikan Carmanita, alumnus LPM 1987, yang memadupadankan batik dengan kain sari produksi perajin dari Kalkuta, India, tentu dengan aksen draperi dan siluet asimetris yang merupakan ciri khasnya. Kursien Karzai, pemenang kedua LPM 2009,  menghadirkan koleksi bertajuk Philosophy of Baduy, sementara Albert Garry Yanuar, alumnus  LPM 2009, menggabungkan siluet keras dengan kelembutan motif batik mega mendung dalam palet warna putih dan biru, serta penggunaan motif sisik naga dengan bordir burung Hong yang diaplikasikan secara modern dengan teknik laser cut.

Nikmati pula gelaran spesialis kebaya, Ferry Sunarto, pemenang kedua LPM 1995, yang menempatkan kebaya dalam konteks Vintage Romantic. Kebaya-kebaya berwarna pastel dihadirkan dalam tampilan modern berbentuk daywear, cocktail dan gaun panjang. Atau, pemenang pertama LPM 2009, Vinora Ng, yang menghadirkan busana siap pakai yang mudah dipadupadankan.

Tak ketinggalan alumnus LPM 2005, Jeffy Tan, yang mempersiapkan koleksi Resort 2012 bertajuk Fleur Blanche, yang berarti bunga putih. Dengan palet warna berkisar antara putih dan off white, koleksi ini didominasi oleh siluet sehari-hari, seperti jaket dan celana dengan beberapa opsi terusan. Inovasi hadir lewat tekstur kain, dengan konsentrasi serat yang berbeda. (JR)

November 2011
S M T W T F S
« Oct   Dec »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930