Osteoporosis Mengincar Perempuan Usia Produktif

Osteoporosis Mengincar Perempuan Usia Produktif

0 24

Acara yang diselenggarakan pada tanggal 29 September 2011 lalu ini menghadirkan dua sisi, yaitu pembicara ahli yang mengulas Osteoporosis secara ilmiah, dan penderita Osteo sebagai contoh kasus. Dialog ini diharapkan dapat membantu media untuk lebih memehami betapa Osteoporosis menjadi penyakit yang berdampak besar pada kehidupan individu maupun keluarga.

Secara mendasar, osteoporosis merupakan penyakit memburuknya kepadatan tulang lebih cepat dari yang dapat secara alami direstrukturisasi oleh tubuh. Berdasarkan penyebabnya, memburuknya kepadatan tulang kerap dikaitkan dengan tiga hal yakni kurangnya kualitas asupan vitamin dan kalsium yang ideal, kurangnya olahraga, serta masalah hormon estrogen pada wanita.

Osteoporosis sempat dipersepsikan sebagai penyakit orangtua yang sudah tentu akan menimpa siapa pun yang menginjak usia lanjut. Sebenarnya, perempuan di usia muda menunjukan gaya hidup yang berpotensi terhadap meningkatnya gejala osteoporosis pada tulang mereka.

“Lebih dari 40% orang bisa beresiko terkena osteoporosis pada usia 35 tahun. Analisa dari pemeriksaan kepadatan tulang yang dilakukan Fonterra di Asia menunjukan bahwa perempuan di Indonesia memiliki tingkat resiko tertinggi di Asia, yaitu berkisar antara usia 25-65 tahun,” ujar Vienno Monintja, Category Marketing Director Fonterra Brands Indonesia.

Adapun langkah sederhana pencegahan osteoporosis adalah melalui pola makan dan aktifitas yang sehat, serta terpapar sinar matahari yang singkat sebelum pukul 09:00, dan sesudah pukul 15:00. Faktor yang memberi efek negatif terhadap tulang antara lain berat badan berkurang, gangguan pola makan, penurunan berat badan yang salah dan gangguan penyerapan laktosa. Gaya hidup seperti merokok, mengkonsumsi garam berlebih, kopi, alkohol, dan minuman bersoda juga sebaiknya dikurangi demi menjaga kepadatan tulang. (Jhon)

 

NO COMMENTS

Leave a Reply