Bakrie Telecom Maksimalkan Kualitas Jaringan Program Ramadhan

Bakrie Telecom Maksimalkan Kualitas Jaringan Program Ramadhan

0 5
Erik Meijer memukul beduk tanda meresmikan perpanjang program "Telepon Putus Kami Ganti" ditemani Atlet binaraga dan bintang iklan Esia, Ade Ray (Foto: Ditya Gumilar)

Bakrie Telecom memperpanjang program Esia “Telepon Putus Kami Ganti” yang sedianya akan selesai Juli 2011 kemarin. Program yang telah diadakan selama tiga bulan tersebut, akan diperpanjang untuk tiga bulan kedepan dimana pelanggan Esia dapat menikmati program itu sampai Oktober 2011.

Sampai saat ini, Bakrie Telecom merupakan satu-satunya operator di dunia yang berani menjamin kualitas jaringan dan telepon putus diganti dengan uang. Hal ini disampaikan Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk, Erik Meijer disela-sela acara pemanjangan program Telepon Putus, Kami Ganti, di Plaza Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (4/3).

Pihak Esia berani menjamin dengan membuat dan memperpanjang program “Telepon Putus Kami Ganti”. Pulsa akan diganti sebesar Rp100 untuk telepon yang terputus saat menelepon ke sesama Esia, sedangkan untuk yang menelepon ke selain operator, akan diganti Rp500.

Untuk memastikan kelancaran jaringan bagi pelanggan, Bakrie Telecom telah menerapkan teknologi tinggi. Dan guna mendukung program Telepon Putus Kami Ganti, Bakrie Telecom telah menanamkan alarm untuk mengetahui gangguan jaringan di setiap BTS atau antena pemancar sinyal. Alarm tersebut selalu dipantau setiap jam.

“Kalau ada sedikit saja gangguan sinyal, kami bisa langsung mengetahuinya dan segera memperbaiki. Ini untuk kepuasan pelanggan kami yang jumlahnya telah mencapai 13,9 juta,” Erik Meijer paparnya. Peningkatan kualitas jaringan menjadi semboyan utama Bakrie Telecom dengan merek handphone Esia. Sejauh ini, ujarnya, Bakrie Telecom telah menginvestasikan US$200 juta untuk semua fasilitas konten yg dibutuhkan.

Selain itu, tujuan perpanjangan program “Telepon Putus Kami Ganti” bukan untuk menambah pelanggan, melainkan memberi kepuasan dan memanjakan pelanggan yang sudah ada. Sampai akhir Juli 2011, Bakrie Telecom telah mengganti klaim telepon dari nomor Esia yang terputus karena masalah jaringan maupun sinyal. Jumlahnya hingga mencapai Rp1,7 miliar. “Perbulan rata-rata kami membayar ganti bagi telepon yang putus karena masalah sinyal lebih dari Rp500 juta selama 3 bulan kemarin,” ungkapnya. (Ditya Gumilar)

NO COMMENTS

Leave a Reply