Pemerintah Harus Fokus Mengurusi Pasokan LNG

Pemerintah Harus Fokus Mengurusi Pasokan LNG

0 16
Diskusi tetnang Domestic Market Obligation untuk Liquefied Natural Gas (Foto: Ditya Gumilar)

Menangani persoalan energi domestik yang sampai saat ini belum jelas alokasinya karena berbagai persoalan, kemarin dalam diskusi “Domestic Market Obligation untuk Liquefied Natural Gas (LNG)” yang di laksanakan di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta para pakar bidang migas membahas persoalan tersebut.

Marwan Batubara, selaku Direktur Indonesia Resource Studies (IRESS) menilai pemerintah tak serius menjaga dan memperbaiki ketahanan energy nasional. RUU Migas yang sudah di ajukan sejak tahun 2004, sampai hari ini belum ada kejelasannya. Hal ini menunjukan kalau pemerintah tak memiliki keseriusan menangani persoalan energy.

Dalam soal pasokan gas, Marwan juga menilai pemerintah tidak adil. Sebetulnya, boleh saja pemerintah export gas, tetapi pemeritah harus menyiapkan cadangan dan sumber gas lainnya. Silahkan export, namun harus di pikirkan konsumsi dalam negeri.

“Akibatnya PLN jalan sendiri dan para industry juga membangun jaringan sendiri, mangkannya pemerintah harus punya peran besar dalam persoalan ini” paparnya.

Sementara itu Elan Biantoro, ketua Hubungan kelembagaan BP Migas menegaskan bahwa keluhan dari para pelaku industry gas kini menjadi perhatian pemerintah. Saat ini pun pemerintah sedang mempersiapkan infrasturkturnya.

“Liquefied Natural Gas (LNG) memang belum ada fasilitasnya. Kalau infrastrukturnya sudah terbangun, maka LNG Bontang dapat di alirkan ke Jawa, yang di Tangguh bias di alirkan ke Sumut dan Aceh. Dan yang paling baru, Arun akan di alih fungsikan menjadi LNG dan FSRU” Jelas Elan.

Elan juga menambahkan, kalau saat ini yang kita butuhkan adalah infrastruktur dan yang jelas kita harus sabar, karena sampai sekarang hingga 2019 kita masih mengalami defisit gas. Namun untuk Sumut, pada 2019 nanti sudah tidak defisit lagi.(Ditya)

NO COMMENTS

Leave a Reply