Chiang Mai, Siang Damai Malam Ramai

Chiang Mai, Siang Damai Malam Ramai

0 4

Chiang Mai atau Chiengmai, adalah kota terbesar kedua di Thailand. Letaknya sekitar 700 kilometer di barat laut Bangkok yang bisa ditempuh dengan 1 jam perjalanan menggunakan pesawat terbang atau 12-15 jam dengan kereta api.

Para turis yang datang kesini punya satu tujuan pasti: bersantai dan relaksasi. Tak seperti Phuket yang menyuguhkan banyak atraksi, atau Bangkok yang penuh sensasi, Chiang Mai adalah kota yang sepi. Sekilas, tak banyak kegiatan yang bisa dilakukan disini. Tapi, itu sebelum mengenal Chiang Mai lebih jauh.

Karena letaknya di ketinggian 310 meter diatas permukaan laut, suhu Chiang Mai lebih moderat dibanding selatan Thailand. Rata-rata hanya 28 celcius, dan bisa sedikit dingin, 14 celcius di malam har.

Di siang jari, jalanan relatif sepi. Tapi, suasana akan berubah 180 derajat pada waktu malam. Di saat itulah para “bule” memadati jalanan utama kota ini, yakni Chang Khlan. Sama seperti Bali, mereka duduk di bar sambil minum bir dan mengobrol, juga berbelanja. Belanja? Malam-malam?

Ya, salah satu atraksi wisata yang populer di Chiang Mai adalah pasar malam. Pasar malam ini membentang sepanjang jalan Chang Khlan mulai pukul 18.00 sampai 01.00 dini hari setiap malam.

Disini, para wisatawan umumnya memborong berbagai aksesoris, pernak-pernik, cinderamata, baju, dan lainnya dengan harga yang sangat murah. Ketika menyusuri pasar malam inilah akan terasa bahwa kota Chiang Mai justru menjadi hidup di malam hari.

Jika lelah berjalan dan berbelanja, kenapa tidak mencoba pijat tradisional Thai, refleksi kaki, atau pijat minyak. Tarifnya cukup murah, hanya 100 Baht atau sekitar Rp30 ribu per jamnya.

Untuk mengisi waktu di siang hari, sebenarnya cukup banyak yang bisa dilakukan. Misalnya berkeliling kota dengan tuk-tuk atau sejenis angkot yang sering dihiasi dengan pernak-pernik sesuai selera sang pemilik tuk-tuk. Tuk-tuk melayani angkutan jarak dekat dalam kota dengan harga mulai dari 30 Baht. Tak sedikit juga wisatawan yang lebih memilih menyewa sepeda motor atau berjalan kaki keliling kota.

Satu hal yang menarik dari kota ini adalah wilayah kota kuno Chiang Mai. Pusat kota berbentuk bujursangkar, dikelilingi oleh parit kota dan puing tembok kota yang masih dapat dilihat di beberapa tempat. Panjang tiap sisinya sekitar 1,5 kilometer.

JIka berkunjung ke kota ini, wisatawan umumnya akan mampir ke berbagai kuil yang tersebar di seluruh pelosok kota. Total ada 300 wat atau kuil Buddhis yang ada. Wat Phrathat Doi Suthep adalah kuil paling terkenal di Chiang Mai, berlokasi di ketinggian di bukit sebelah barat laut kota. Kuil ini berdiri sejak 1383.

Kuil Wat Phrathat Doi Suthep yang sangat populer
Berbagai patung Budha di kuil Wat Phrathat Doi Suthep
Berbagai pernak-pernik yang dijual di pasar malam
Seniman yang tersebar di sepanjang jalan Chang Khlan.
suasana pasar malam yang sangat ramai.

NO COMMENTS

Leave a Reply